BLOG TERBARU: buyungf.wordpress.com

Sabtu, 23 Mei 2015

SINTAKSIS - Analisis Kategori, Fungsi dan Peran dalam Kalimat Bahasa Indonesia

Analisis Kalimat

Bentuk
Ibu
saya
tidak
membeli
baju
baru
untuk
kami
minggu
lalu
Kate-gori
Kata
n
pron
adv
v
n
a
prep
pron
n
v
Frasa
FN
FV
FN
F Prep
FN
Fungsi
Subjek
Predikat
Objek
Pelengkap
Keterangan
Peran
PELAKU
PERBUATAN
SASARAN
PERUNTUNG
WAKTU

Peran Semantis SUBJEK
  • Pelaku : Saya membeli durian 
  • Alat : Angkot itu mengangkut penumpang 
  • Sebab : Gempa Bumi menghancurkan Tibet 
  • Penderita : Saya ditendang oleh adik 
  • Hasil : Jembatan Suramadu dibangun oleh Pemerintah 
  • Tempat : Taman UIN ditanamai pohon mangga 
  • Penerima : Mimi dibelikan sepeda motor 
  • Dikenalkan : Pak Donna Dosen BSI 
  • Terjumlah : Anaknya empat

Analisis dan Tafsir Puisi “Memuji Dikau” Karya Amir Hamzah

Puisi berasal dari bahasa Latin poieu=poio yang berarti membangun, menimbulkan, menyebabkan atau menyair. Karena itu, puisi dapat diartikan sebagai curahan perasaan yang dapat menimbulkan keharuan; dapat membangkitkan semangat atau membangun sikap seseorang; dan yang merupakan gubahan atau ciptaan seseorang pula.[1]

Untuk menjelaskan unsur-unsur yang membangun puisi, masih berlaku teori dikotomi yang memandang karya sastra dari dua sudut pandangan, yaitu; sudut bentuk dan isi.[2]

Dalam hal memahami isi puisi, Prof. Dr. Mursal Esten dalam bukunya Memahami Puisi, menyebutkan sepuluh petunjuk untuk memahami puisi. Pertama, perhatikan judulnya. Kedua, lihat kata-kata yang dominan. Ketiga, selami makna konotatif. Keempat, makna yang lebih benar adalah makna yang sesuai dengan struktur bahasa. Kelima, parafrasekan puisi tersebut. Keenam, usut siapa yang dimaksud kata ganti yang terdapat dalam puisi tersebut. Ketujuh, temukan pertalian antar semua unsur dalam puisi. Kedelapan, mencari makna yang tersembunyi. Kesembilan, perhatikan coraknya. Kesepuluh, harus dapat menunjukan bait mana, atau larik mana yang menjadi sumber tafsiran tersebut.[3]

Merujuk pada konsep yang tertulis di atas, maka analisis puisi “Memuji Dikau” akan dilakukan dengan pendekatan obyektif.