BLOG TERBARU: buyungf.wordpress.com

Selasa, 08 Juli 2014

Analisis Puisi "Yang Terampas dan Yang Putus" Karya Chairil Anwar dengan Pendekatan Ekspresif

Yang Terampas Dan Yang Putus
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu


Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru angin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang

Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

1949




Analisis Puisi "Yang Terampas dan Yang Putus"

Bila dilihat dari riwayat hidup pengarang saat membuat puisi ini, dilihat dari tahun pembuatannya yaitu pada tahun 1949 yaitu tahun kematian penyair.

Senin, 07 Juli 2014

Analisis Puisi "Penerimaan" Karya Chairil Anwar dengan Pendekatan Ekspresif

Peneriman


Jika kau mau, kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati

Aku masih tetap sendiri

Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi

Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani

Jika kau kembali, kuterima kau kembali
Tapi untukku sendiri
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi


Maret, 1943

Analisis Puisi “Penerimaan”

Meski menyebut dirinya “binatang jalang”, Chairil Anwar tampaknya tak berdaya dan tunduk ketika dirinya terlibat dalam sentimen asmara. Kesan ini dapat dirasakan secara kuat ketika kita membaca sajak Penerimaan yang diciptakannya pada Maret 1943. Sebagai penyair yang pola hidupnya “berantakan” dan penuh kebebasan, Chairil menunjukkan kelembutan yang sentimental melalui puisi ini. Bahkan ia rela takluk atas cinta yang dirasakannya.

Pengertian Pendekatan Ekspresif dalam Menganalisis Karya Sastra

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “pendekatan/teori” bermakna penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, bisa juga diartikan logika, metodologi, argumentasi. Kata “ekspresif” bermakna mampu memberikan (mengungkapkan) gambaran, maksud, gagasan, perasaan.

Pendekatan Ekspresif adalah teori yang memberi perhatian utamanya pada proses kreatif pengarang dalam menciptakan karya sastra.[1]

Penyebab utama terciptanya karya sastra adalah penciptanya sendiri. Itulah sebabnya penjelasan tentang kepribadian dan kehidupan pengarang adala[2]
h metode tertua dan paling mapan dalam studi sastra.

Adapun analisis pendekatan ekspresif Abrams terhadap karya sastra membutuhkan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Pengenalan dan pemahaman terhadap obyek yang dianalisis dengan cara membaca dengan cermat karya sastra yang akan dianalisis untuk menemukan masalah-masalah yang penting dalam karya tersebut.

Sabtu, 05 Juli 2014

Analisis Puisi "Nisan" Karya Chairil Anwar dengan Pendekatan Ekspresif

Nisan

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
Dan duka maha tuan bertakhta


Oktober, 1942

Analisis Puisi “Nisan”
“Nisan” adalah sajak pertama yang ditulis Chairil Anwar. Karya pertamanya ini mengisahkan ketika dia menghadapi neneknya yang meninggal. Dalam sajak pertamanya itu, Chairil rupanya tertegun melihat kenyataan itu.